image1 image2 image3

Re-Thinking Tourism di ajang ATF 2012

Asia Tourism Forum 2012

Bandung, 8-10 Mei 2012

ATF 2012, Gedung Merdeka BandungBandung dan Gedung Merdeka rupanya selalu lekat dengan momen penting Asia. Jika di tahun 1955 mereka menjadi tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika yang bersejarah, kini di tahun 2012 Bandung dan Gedung Merdeka kembali menjadi saksi sejarah digelarnya Asia Tourism Forum (ATF), 8-10 Mei 2012. Ini adalah konferensi ilmiah dua tahunan di bidang pariwisata tingkat Asia yang kali pertama digelar di Indonesia, bertepatan dengan momen biennal atau pelaksanaan yang ke-10 serta perayaan 50 tahun STP Bandung. Sebelumnya, Negara lain yang pernah menjadi tuan rumah ATF adalah Vietnam, Thailand, China, Korea, Prancis dan Taiwan.

 

Gedung Merdeka masih menunjukkan kemegahan dan keanggunannya sebagai venue pembukaan ATF 2012 meski harus disesaki sekitar 400 peserta dari 16 negara. Dr I Gde Pitana, Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Kemenparekraf membuka secara resmi forum tersebut. Selanjutnya plenary session menghadirkan beberapa akademisi pariwisata terkemuka dengan beragam topik sesuai tema ATF 2012 yaitu Re-Thinking Tourism.ATF 2012

Prof Wiendu Nuryanti dari UGM memaparkan sejumlah data terkini yang menunjukkan peran penting budaya dalam pariwisata. Empat puluh persen traveler berwisata karena tertarik pada atraksi cultural. Dan ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia mengingat besarnya potensi wisata cultural Indonesia.

Pariwisata dunia memang sedang beralih ke Asia. Demikian paparan Prof Kaye Chon dari Hongkong Polytechnic University selanjutnya. Jika sebelumnya Eropa dan AS selalu menjadi focus pariwisata dunia, maka kini telah beralih ke Asia. Airline dan hotel terbaik dunia kini dipegang oleh brand Asia, sementara bandara terbaik juga ada di Asia. Termasuk di bidang pendidikan wisata, seperti ditandai dengan dinobatkannya HK PolyU sebagai institusi pendidikan pariwisata terbaik kedua di dunia. Dan STP Bandung termasuk dalam arus tersebut dan patut berbangga karena merupakan institusi pendidikan pariwisata tertua di Asia.ATF 2012

Sementara pandangan kritis disampaikan oleh Prof Geoffrey Wall dari University of Waterloo Canada. Ia mengingatkan bahwa terdapat sejumlah kesenjangan antara retorika dan realitas pariwisata dunia. Sustainable tourism yang menjadi isyu hangat saat ini, menurut Prof Wall merupakan konsep yang rumit untuk diterapkan. Adalah lebih mudah dicapai dengan sebelumnya menerapkan sustainable livelihood. Prof Dato Kadir Din dari Universiti Utara Malaysia juga mengemukakan pariwisata bisa diambang senja jika mengabaikan tantangan ekologikalnya.

Tren meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam industri pariwisata menjadi perhatian Prof Haiyan Song dari HongKong Polytechnic University. Berkembangnya low cost carrier yang banyak bertumpu pada pemasaran digital telah mendorong makin banyak aplikasi digital yang dimanfaatkan dalam pariwisata. HongKong misalnya, membuat aplikasi Discover Hong Kong yang dapat diunduh gratis ke mobile phone wisatawan.

Konferensi berlanjut esok harinya dengan acara presentation session yang diadakan di Gedung Hospitality kampus STP Bandung. Tercatat sekitar 70 paper hasil riset pariwisata baik dari dalam negeri maupun manca negara dipresentasikan dalam 5 sesi selama dua hari berturut-turut. Pada setiap sesi sekitar 15 paper disajikan secara simultan dalam 4 ruangan berbeda, sehingga partisipan harus berpikir keras untuk menetapkan pilihan topik yang akan diikuti. Beragam topik menarik ditampilkan, mulai dari  tema tourism planning, sustainable tourism, tourism marketing, service quality, MICE, hingga tourism education. Memang ATF menjadi forum yang tepat untuk tampilnya kajian-kajian akademis ini, seakan berupaya mengimbangi kajian praktis yang selama ini telah mendapat banyak tempat.

Delapan paper terpilih juga ditampilkan tersendiri dalam poster session, termasuk satu paper karya Firman Sinaga-Santi Palupi dari Pascasarjana STP Trisakti. Pascasarjana STP Trisakti tampil cukup impresif dengan menjadi delegasi yang paling banyak mempresentasikan hasil risetnya. Tercatat 3 alumni Pascasarjana STP Trisakti tampil mempresentasikan risetnya (Rode Ayu, Firman Sinaga dan Maria Cecilia Risminati) sementara 3 dosen juga turut menyajikan penelitiannya (Fitri Abdilah, Sri Sulartiningrum dan Santi Palupi).

Pada upacara penutupan, Direktur STP Bandung Noviendi Makalam mengemukakan harapannya bahwa penyelenggaraan ATF 2012 akan mendorong terselenggaranya lebih banyak ajang sejenis karena masih banyak sisi pariwisata yang perlu mendapat kajian secara akademis dan ilmiah.

Sampai jumpa di Asia Tourism Forum 2014 Hong Kong!

(teks dan foto : Made Adhi)

 

Nerada, 20 Mei 2012, 08.28 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Add comment


Security code
Refresh

Campus Locations

2017  www.stptrisakti.net   globbers joomla templates