Rajou 2012, Anda Ditantang Perang Rendang

Mari nikmati kekayaan dan perjalanan rendang di akhir pekan panjang, Sabtu, 17 November di Lapangan Banteng

rendang,daging,masakan
Rendang, masakan khas Sumatra Barat yang saat ini ternama di dunia. (Thinkstockphoto)

Ketika pada September 2011, rendang ditahbiskan sebagai masakan terlezat nomor satu di dunia berdasarkan angket CNN.go, inilah kesempatan emas untuk mengangkat kekayaan luar biasa boga Indonesia. Selama ini kuliner Nusantara dianggap masih terlalu rendah hati dibanding jual diri gencar yang dilakukan dunia boga Jepang, Korea, Thailand, Italia, dan Amerika Serikat.

 

Tujuh tahun sebelumnya, Reno Andam Suri, penulis buku "Rendang Traveler: Menyingkap Bertuahnya Rendang Minang," telah merintis agar rendang tak hanya bisa dinikmati dadakan di rumah makan Minang yang tersebar se-antero Indonesia. Ia mempertahankan proses memasak rendang secara tradisional yang diolah dari daging, santan kelapa, cabai, dan bumbu rempah.

 

Namun, ia memberi nilai tambah dengan mengemas hidangan tahan lama tanpa bahan pengawet ini – sarat bumbu telah menjadi “pengawet” tersendiri. Berupa vacuum pack cantik yang layak menjadi oleh-oleh dan antaran. Keuletannya mengupayakan rendang bisa awet dibawa melanglang ke mancanegara pun diganjar Pemenang Penghargaan I Lomba Wanita Wirausaha Femina 2009.

Dari penelitian Reno Andam terhadap rendang padang, ternyata tiap daerah di ranah Bundo Kanduang memiliki kekhasan rendang – Padang, Batusangkar, Painan, Pariaman, Bukittinggi, Danau Maninjau, Agam, Payakumbuh. Ada yang memakai kemiri, kapulaga, ketumbar hijau. Bahan dasar tak hanya daging tapi kekayaan sekitar.

Masyarakat di pesisir ada yang mengolah rendang lokan. Di Payakumbuh, misalnya, sedikitnya dikenal delapan variasi rendang – rendang ayam, daun kayu, runtiah, sapuluik itam, tumbuak, telur, cubadak, batokok.

Keragaman dan kecintaan terhadap rendang inilah yang akhirnya mendorong Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta untuk menggelar "Rajou – Rendang Journey."

Acara ini sudah diawali dengan seminar dan bincang tentang "The Uniqueness of Food Culinary as the Gate of Indonesia" di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sabtu, 13 Oktober 2012 lalu. Diskusi menampilkan Reno Andam dan Lisa Virgiano yang menggagas Underground Secret Dining di Indonesia, yang terlilhami oleh “gerakan serupa” di AS.

Sebagai acara puncak, memanfaatkan akhir pekan panjang November, digelarlah Battle of Rendang, Sabtu (17/11), pukul 08:00-18:00 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Acaranya bersifat kreatif, apresiatif lewat kompetisi memasak rendang, media sosial, fotografi, dan penulisan soal rendang. Terpenting, tentu saja, senang-senang menikmati rendang di bazaar boga. Mari menikmati dan menghargai rendang di akhir pekan panjang.
(Christantiowati)

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/11/rajou-2012-anda-ditantang-perang-rendang

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
1475879
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
102
253
355
1446217
8615
21160
1475879

Your IP: 107.20.120.65
Server Time: 2017-12-18 09:01:52

Campus Locations

 

Copyright © 2017 www.stptrisakti.net. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.
Back to Top