Seminar "New Wave Marketing for Indonesian Tourism"

Seminar "New Wave Marketing for Indonesian Tourism"

oleh Hermawan Kartajaya

Kampus STP Trisakti Jakarta, 6 Mei 2010

 

 

PRESS RELEASE


Sejak pariwisata menjadi disiplin ilmu di Indonesia pada tahun 2008, telah membuka peluang dan kewajiban kita untuk memperdalam dan mengembangkan ilmu pariwisata itu sendiri, disamping pariwisata itu sendiri adalah suatu sektor jasa hospitaliti yang telah berkembang sebagai bisnis tersendiri.

Lansekap bisnis hospitaliti dan pariwisata harus segera berubah mengikuti arus perubahan bisnis dan pemasaran yang sedang bergerak dengan cepatnya, sehingga memerlukan berbagai pendekatan baru untuk menyikapinya. Konsep-konsep pemasaran yang ada dalam buku teks saat ini menjadi kurang relevan lagi di tengah gelombang perubahan yang dipicu dan dipacu oleh perkembangan teknologi, komunikasi, dan informasi. Pendekatan pemasaran hospitaliti dan pariwisata yang saat ini masih konvensional dan bersifat vertical seperti “top-down”, dan “one-to-many”, harus digantikan oleh pendekatan yang bersifat horizontal seperti “bottom-up”, “peer-to-peer” dan “many-to-many”.

Dengan demikian konsep“Legacy Marketing” dari MarkPlus, Inc yang mengandalkan 9 prinsip pemasaran “the nine-core elements of marketing” dan terdiri atas: segmentation, targeting, positioning, differentiation, marketing-mix, selling, brand, service, dan process, perlu digantikan dengan “New Wave Marketing” yang berintikan 12 Cs yang terdiri atas: communication, confirming, clarifying, coding, crowd-combo (co-creation, currency, communal activation, conversation), commercialization, character, caring, dan collaboration. Kedua konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Hermawan Kartajaya, Asian Marketing Guru, Founder and President of MarkPlus, Inc sebagai jawaban atas tuntutan aktifitas pemasaran yang disesuaikan dengan perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan terkini. Menurut Hermawan Kartajaya, hospitaliti dan pariwisata Indonesia juga harus menerapkan New Wave Marketing agar dapat bersaing. “New Wave Marketing for Indonesia Tourism” adalah suatu keharusan dalam pemasaran hospitaliti dan pariwisata saat ini dan juga masa depan, dengan salah satu pokok utamanya adalah memanfaatkan aktifitas pemasaran yang “low-budget high-impact”.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti telah menyiapkan 9 bidang kajian atau bidang studi (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition Studies; Indonesian Culinary Studies; Lodging and Property Studies; Attraction and Destination Studies, Indonesian Heritage and Culture Tourism Studies, Hospitality and Tourism Marketing Studies; Hospitality and Tourism Human Resources Studies; Hospitality and Tourism Planning Studies; Information and Communication Technology in Hospitality and Tourism Studies) termasuk diantaranya bidang kajian pemasaran hospitaliti dan pariwisata (Hospitality and Tourism Marketing Studies) yang dikembangkan bersama MarkPlus Institute of Marketing atau MIM (unit bisnis pendidikan dan pelatihan di bawah MarkPlus, Inc). Bidang kajian pemasaran hospitaliti dan pariwisata ini di bawah naungan Program Pascasarjana yang akan menghasilkan tenaga terdidik berkualifikasi Magister dengan jalur Magister Pariwisata (M.Par) dan Magister Sain Pariwisata (M.Si.Par). Kedua jalur pilihan ini adalah program pascasarjana S2 pariwisata atau magister pariwisata pertama di Indonesia, setelah dicanangkannya pariwisata sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri di Indonesia pada tahun 2008.

 

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
1475872
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
95
253
348
1446217
8608
21160
1475872

Your IP: 107.20.120.65
Server Time: 2017-12-18 09:01:03

Campus Locations

 

Copyright © 2017 www.stptrisakti.net. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.
Back to Top