image1 image2 image3

Seminar International

PRESS RELEASE

SEMINAR INTERNASIONAL PEMBANGUNAN PARIWISATA INDONESIA

TIARA BALLROOM CROWN PLAZA

Selasa, 6 Juli 2010, 8:00 – 17:00 WIB

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk, karena terdiri atas lebih dari empat ratus suku bangsa, juga tempat berkembangnya lima agama besar dunia, disamping kepercayaan-kepercayaan lain yang sudah mengakar kedalam kultur social masyarakat Indonesia. Wilayah Nusantara yang strategis terletak dijalur silang antara dua Samudra dan dua Benua, dan terdiri lebih dari 17.504 pulau, yang diwilayah katulistiwa. Data dari pengembangan Pariwisata memiliki kepentingan yang luas dan mendalam bagi Bangsa dan Negara guna mengambil langkah tepat demi pengembangan dari potensi alam dan budaya Indonesia untuk pemanfaatan yang lebih maksimal dan tepat guna bagi masyarakat.

Berdasarkan data RENSTRA KEMBUDPAR 2010-2014, Negara Indonesia dikawasan ASEAN masih yang terendah dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam. Padahal Indonesia yang memiliki potensi pariwisata yang sangat baik seperti panjang pantai mencapai 14% dari pantai seluruh dunia, belum lagi danau, hutan bahkan pegunungan yang terdiri dari berbagai jenis gunung.

The Travel and Tourism Competitiveness Index (ITTCI) Report 2009 yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) 2009, Indonesia menempati urutan ke 81 diantara 133 negara di dunia dalam tingkatan persaingan pasar pariwisata. Dilihat dari peringkat regional maka daya saing pariwisata Indonesia berada di posisi ke-15 dari 25 negara di kawasan Asia Pasifik dan ke 5 dari antara 8 negara Asean. Berdasarkan informasi dan publikasi inilah maka Trisakti Institute tergerak untuk menggelar seminar.

Seminar internasional yang diprakarsai oleh Trisakti Institute of Tourism di Jakarta, mengajak kita semua berkumpul membicarakan dan membedah strategi para Akademisi, Birokrasi, Praktisi dan para Pakar, bersama dengan cara mengenali keterbatasan, tantangan serta peluang pariwisata Indonesia. Diharapkan dapat diambil berbagai langkah koreksi dan solusi yang bermanfaat dalam peningkatan daya saing Indonesia di Asean khususnya dan Internasional.

Tujuan Seminar: Mengenali dan mendiskusikan keterbatasan, kelebihan, peluang dan tantangan pembangunan Pariwisata Indonesia masa depan, akibat munculnya dampak perhatian yang berlebihan (“Over Focus”) hanya pada destinasi tertentu saja. Mencari solusi pragmatis dan berkesinambungan dalam memecahkan masalah-masalah actual guna mendorong percepatan pembangunan pariwisata, menuju kepada perubahan paradigm (“paradigm shift”) Pariwisata Indonesia yang lebih berkembang (“upward spiral”).

Acara Seminar Internasional yang ber Tema: REVITALISASI BUDAYA ASELI (“INDIGENEOUS

CULTURE”) DALAM PERUBAHAN PARADIGMA (PARADIGM SHIFT”) PEMBANGUNAN PARIWISATA INDONESIA.

SUB_TEMA 1 : PEMBAHARUAN PARIWISATA INDONESIA MELALUI PARADIGMA DAN FOKUS YANG BENAR (RENEWAL OF INDONESIA’S TOURISM THROUGH THE CORRECT PARADIM AND AVOIDING OVEREZPLOITATION).

Konsep Acara: Berbentuk Panel, yang akan dipresentasikan oleh para penelis dari para Akademisi, Birokrasi, Tokoh Masyarakat, Pemerhati, Praktisi dan Para Pelaku Pariwisata Indonesia, serta Lembaga Swadaya Masyarakat, Pers dan lain-lain.

Output : Dari pertemuan ini diharapkan lahir solusi produktif berupa formula untuk Pembangunan Pariwisata Indonesia agar tercapainya target “global market in Tourism product of Indonesia”.

SUB_ TEMA 2 - SOFT LAUNCHING FESTIVAL TOPENG NUSANTARA 2010

Kekayaan seni budaya Indonesia idealnya dihargai dan dilestarikan oleh masyarakat. Banyak peninggalan budaya kita begitu lekat dengan masyarakat hingga tidak terjaga kelestariannya. Hal ini terjadi karena mengikuti perkembangan dari komunitas masyarakat. Ketidak pahaman masyarkat modern khususnya terhadap seni topeng, dikhawatirkan dapat membuat seni topeng puaha atau diakui oleh Negara lain.

Yayasan Prima Ardian Tana menjadi motor pembangkit minat masyarakat luas terhadap budaya topeng dan tari daerah Cirebon, dapat dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa Indonesia, sekaligus mengupayakan Topeng Nusantara diakui dan dihargai di mata dunia sebagai UNESCO world heritage, milik Bangsa Indonesia.

MELESTARIKAN SENI TOPENG NUSANTARA, DIMULAI DENGAN RANGKAIAN ACARA FESTIVAL TOPENG NUSANTARA 2010:

SAYEMBARA KARYA TOPENG

Sayembara nasional untuk mahasiswa dengan hadiah-hadiah menarik. Publik hanya mengakses website: www.topengnusantara.com/sayembara untuk men-download template Topeng kertas, “direspons”, peserta bebas untuk mengekspresikan topeng mereka dengan berbagai media. Pemenang akan ditentukan oleh public, melalui online polling.

PUBLIC SHOWCASE - 13 - 22 AGUSTUS 2010,DI GRAND INDONESIA, JAKARTA

TOPENG EXHIBITION

Eksibisi yang menampilkan karya topeng dari seniman muda atau professional seperti: fotografer, designer, pelukis, creative group, selebritis, jurnalis dan institusi budaya terpilih dari berbagai kota, dari background seni yang berbeda. Sebagai bentuk support menyampaikan pesan untuk melestarikan budaya melalui karya bebas mereka mengekspresikan topeng mereka dengan berbagai media.

KIRAB CIAYUMAJAKUNING, 16 OKTOBER 2010 DI CIREBON

Sebuah kirab budaya yang menampilkan topeng nusantara, terutama dari wilayah Ciayumajakuning. (Cirebon – Indramayu – Majalengka – Kuningan).

PUNCAK PERAYAAN FESTIVAL TOPENG NUSANTARA 2010

Panggung Budaya, Sangkanhurip, Cirebon & makan malam bersama merupakan Puncak Perayaan Festival Topeng Nusantara 2010, menyaksikan pagelaran tari budaya dan visual effect dari multimedia.

SPECIAL PERFORMANCES - LIFETIME ACHIEVEMENT AWARD

Pemberian penghargaan lifetime achievement kepada maestro tari yang telah mendedikasikan hidupnya untuk perkembangan tari topeng Cirebon.

JAKARTA - DESEMBER 2010: PROGRAM OVERVIEW

BUKU ‘JEJAK TOPENG NUSANTARA’

Sebuah buku yang memuat data base topeng dari nusantara, dan dokumentasi dari Festival Topeng Nusantara 2010.

PEMBICARA:

  1. KEMBUDPAR –Direktur Jenderal Pemasaran
  2. DR. Anak Agung Gde Agung – Pemerhati Pariwisata Indonesia
  3. Hermawan Kartajaya – Founder and President of MarkPlus Inc; President of World
  4. Mr. Alitstrair G. Speirs – Chief Executive Officer, PT. Phoenix Communication
  5. Mr. Poul E. Bitsch – Chairman of the Jakarta Internasional Hotel Association
  6. Pembangunan Seni Budaya Indonesia – Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film
  7. Negeri Seribu Wajah – Agustinus Prayitno Budayawan & Seniman Topeng
  8. Dibalik Topeng – Nungki Kusumastuti, S.Si.M.Sos; Fakultas Seni Pertunjukan IKJ
  9. Budaya Lokal & Global – Gaura Mancadipura Budayawan
  10. Community Based Vocational Education - Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti; Djoko Sudibyo, SE.,MM.,PhD

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Campus Locations

2017  www.stptrisakti.net   globbers joomla templates