image1 image2 image3

Membaiknya Pariwisata Dunia Peluang yang Harus Dimanfaatkan

Diskusi

Dirjen Pemasaran Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kembudpar) DR. Sapta Nirwandar mengatakan, pelaku bisnis (industri) pariwisata Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang dengan membaiknya kondisi pariwisata dunia, yang ditandai dengan meningkatknya kembali perjalanan wisatawan dunia tahun 2010 ini.

"Badan Pariwisata Dunia (UN-WTO) memprediksikan perjalanan wisatawan dunia tahun ini akan tumbuh sekitar 3%-4% dengan total penambahan sekitar 26 juta hingga 35 juta wisatawan yang melakukan outbound. Naiknya pergerakan wisatawan dunia ini menjadi peluang yang harus kita tangkap," kata Sapta Nirwandar ketika membuka seminar internasional yang bertajuk Tourism Business Opportunities 2011-2015 di Balairung Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (25/10).

Dikatakan, membaiknya kondisi pariwisata dunia tersebut menjadi salah satu pertimbangan mengapa tahun 2010 Indonesia meningkatkan target kunjungan wisman dari 6,54 juta tahun lalu, menjadi 7 juta pada tahun ini. "Selain pertimbangan faktor global, faktor lain sebagai kunci antara lain adanya tren perubahan preferensi wisatawan global ke Asia, tumbuhnya sektor swasta, serta bertambahnya akses dan frekuensi penerbangan internasional dan domestik," kata Sapta Nirwandar.

Sementara itu Managing Director Tourism Intelligence International (TII) Auliana Poon mengatakan, untuk menangkap peluang tersebut para stakeholder atau pemangku kepentingan pariwisata Indonesia harus membuat program promosi dan paket perjalanan yang kreatif sehingga menarik wisatawan untuk datang. Paket perjalanan ini harus mengacu pada preferensi wisatawan modern yang mencari kearifan lokal dan produk budaya, katanya.

Menurut Poon, selain itu produk pariwisata tersebut harus menyesuaikan pada sisi permintaan dengan penawaran dalam meningkatkan tingkat kunjungan. "Dalam hal suplai, Indonesia punya segalanya yang diinginkan wisatawan, sedangkan dalam sisi permintaan harus menyesuaikan diri dengan perubahan preferensi konsumen yang cepat," katanya.

Sementara Prof. Kaye Chon menyatakan, salah satu kiat menghadapi persaingan dalam dunia pariwisata global adalah inovatif baik dalam kemasan produk maupun kemasan pemasaran agar menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.

Seminar internasional pariwisata yang dihadiri sekitar 300 peserta tersebut diikuti kalangan industri pariwisata, akademisi, mahasiswa, serta pejabat di lingkungan Kemenbudpar. (Pusformas)

Sumber : http://www.budpar.go.id/page.php?ic=511&id=5714

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Campus Locations

2017  www.stptrisakti.net   globbers joomla templates