image1 image2 image3

Fasli: Pendidikan Pancasila Wajib Masuk Kurikulum

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Fasli Jalal mengungkapkan, pemahaman dan pendidikan Pancasila wajib untuk dimasukkan ke dalam kurikulum. "Pancasila yang dimasukkan ke dalam kurikulum, baik di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan tinggi (itu), untuk menunjukkan pemahaman pengetahuan Pancasila dan sikap yang Pancasilais," ungkap Fasli ketika membuka seminar Trisakti "Kebangsaan Indonesia Berbasis Bhinneka Tunggal Ika", di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, Rabu (26/1).


Menurut Fasli, dalam mengimplimentasikan Pancasila tersebut, semua tergantung bagaimana cara penyampaiannya, karena pendidikan satu ini tidak seperti pendidikan bidang lainnya. "Tinggal bagaimana cara menyampaikannya, karena tidak bisa diajarkan. Harus menjadi proses pembiasaan. Harus lahir dari keberagaman. Harus berasal dari konsensus semua pemangku kepentingan," jelasnya.

Selain itu, dalam proses pendalaman pendidikan Pancasila ini, kata Fasli lagi, bukanlah jumlah jam belajar mengajar atau ujiannya yang utama, melainkan bagaimana proses internalisasi. "Proses internalisasi ini harus difasilitasi. Oleh karena itu, kultur sekolah dan perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam hal pendidikan Pancasila ini," imbuhnya.

Lebih jauh Fasli menambahkan, mata pelajaran khususnya mengenai pendidikan Pancasila di jenjang perguruan tinggi, pada beberapa tahun yang lalu memang sedikit mengalami kelemahan atau penurunan. Akan tetapi katanya, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk kembali mendongkrak pendidikan Pancasila tersebut.

"Kita berikan waktu. Yang jelas bahwa ini wajib diambil pada tahun-tahun pertama. Tetapi kampus harus memikirkan, apakah menjadi bagian dari program pendidikan kewarganegaraan atau berdiri sendiri. Terserah. Yang penting harus ada," tegasnya.

Di samping itu, Fasli juga mengungkapkan bahwa pendidikan Pancasila ini bisa dikatakan sebagai bagian yang sangat penting dari pendidikan karakter. Saat ini, lanjut Fasli, pemerintah sedang mencoba menyusun kurikulum pembangunan karakter bangsa dan pendidikan karakter.

"Maka, kita serius melihat, pengayaan apa yang bisa ditambahkan, atau apakah bisa dibuat kurikulum mandiri dengan muatan lokal. Atau pendidikan ini bisa menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Itu sedang kita siapkan, dan sedang kita sisir semua kegiatan yang bisa menjadi kendaraan dari berbagai nilai-nilai yang terkandung dalam karakter bangsa," paparnya. (cha/jpnn)

Sumber : jpnn.com

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Campus Locations

2017  www.stptrisakti.net   globbers joomla templates