Wisuda Pertama Program Pascasarjana STP Trisakti : Sustainable tourism dan ekonomi kreatif sudah menanti

Di tengah gejolak ekonomi global, wisatawan nusantara dan ekonomi kreatif kian berperan sebagai penggerak utama pariwisata nasional. Demikian salah satu pokok pikiran yang dikemukakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu Mari Elka Pangestu saat memberikan sambutannya pada upacara wisuda program Pascasarjana STP Trisakti, 14 Des 2011 lalu. Lebih lanjut, Ibu Mari mengemukakan bahwa wisatawan nusantara tidak saja jumlahnya sangat besar, namun uang yang dibelanjakannya juga lebih besar dibanding wisatawan mancanegara. Karenanya, hal ini tidak dapat diabaikan dalam pembahasan tentang pariwisata Indonesia.

Mari Elka Pangestu

Lebih lanjut, ibu menteri memaparkan hasil terbaru International Travel and Tourism Index yang baru saja dilansir pada World Economic Forum. Daya saing pariwisata Indonesia kini ada di peringkat 74 dari 139 negara – naik 7 peringkat dibanding survey sebelumnya tahun 2009 - namun tetap tertinggal dibanding Thailand (peringkat 41), Malaysia (#35) dan Singapura (#10). Survei tersebut juga mengemukakan kekuatan dan kelemahan pariwisata nasional. Kekuatan tersebut adalah pesona alam, kekayaan budaya (termasuk di dalamnya produk industri kreatif yang kuat), serta harga yang kompetitif (value for money). Sementara kelemahan Indonesia, seperti yang sudah banyak diketahui, adalah buruknya infrastruktur terutama transportasi, masalah keamanan dan masalah sustainable tourism.

Sesuai kewenangan yang dimiliki, kementerian telah mencanangkan sejumlah program seperti program pantai bersih, meningkatkan kebersihan bandara, mengembangkan destinasi sesuai prinsip sustainable tourism, mengarahkan pemasaran wisata pada wisata minat khusus langsung ke komunitas wisatawan potensial, serta yang terutama : menumbuhkan sentra industri kreatif di tiap kota utama. Kehadiran sentra industri kreatif diyakini dapat meningkatkan nilai tambah produk wisata, sekaligus dapat menjadi destinasi wisata tersendiri. Selain itu, industri kreatif juga dapat memperkuat national branding dan menjadi media promosi pariwisata yang efektif. Ibu Mari lalu menyebutkan film Sound of Music (Austria) dan Eat, Pray and Love sebagai contoh bagi argumennya.


Paparan Ibu Mari tersebut sungguh menjadi pengingat akan besarnya potensi sekaligus tantangan yang dihadapi para wisudawan. Sebagai sarjana Magister Pariwisata angkatan pertama yang dihasilkan institusi pendidikan nasional, kiprah nyata para wisudawan sangat dinantikan. Pada wisuda kali ini, terdapat 25 wisudawan yang dilantik, dengan rincian 14 orang dari program Magister Sains Pariwisata dan 11 orang dari Program Magister Pariwisata. Mereka mengambil berbagai peminatan yaitu Destinasi, Pemasaran, Kuliner, Heritage, MICE dan SDM. Wisudawan terbaik diraih oleh Adestya Ayu dan Lestari Ningrum dari program MSi.Par, serta Freddy Kurniawan dan Carwi dari program M.Par. Yang juga menggembirakan adalah 17 wisudawan berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi angkatan pertama program Pascasarjana STP Trisakti.      Digelar di Ruang Merak Balai Sidang Jakarta (JCC), acara wisuda diselingi dengan penampilan UKM tari, paduan suara dan kolintang mahasiswa STP Trisakti yang menawan.

Terlebih aksi kolintang yang enerjik, mendapat sambutan sangat meriah dari seluruh hadirin. Terdapat 19 Unit Kegiatan Mahasiswa STP Trisakti ikut menampilkan kegiatan dan prestasi-prestasi mereka dengan menggelar pameran di depan Ruang Wisuda, diantaranya UKM Kerohanian (Islam dengan menampilkan Marawis), UKM Olah Raga (Diving, Futsal, beladiri dsb), UKM Pers Mahasiswa dan UKM lainnya. Program Pascasarjana juga menampilkan "Jamu sebagai Welcome Drink". Produk-produk Pastry STP Trisakti juga ditampilkan dalam pameran dan seluruh tamu dipersilahkan untuk menikmatinya.

Sambutan pembuka dari Dr Ida Anak Agung Gede Agung (Dewan Pembina Yayasan Trisakti) juga tidak kalah bernas. Beliau mengingatkan akan posisi pariwisata Indonesia yang masih tertinggal di tingkat regional, sekaligus dampak mass tourism bagi lingkungan dan masyarakat. Isu lingkungan dan sustainable tourism juga dikemukakan oleh Dr Abe Susanto dari Koordinator Biro Kerjasama Luar Negeri Kemendikbud. Dr Abe menggarisbawahi pentingnya isu ekologi di bidang pariwisata, dan salah satu potensi besar sustainable tourism Indonesia yang belum tergarap adalah eco-marine tourism. Bahkan beliau berjanji siap mendukung dengan pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang hendak menekuni marine tourism. Sungguh tawaran yang menggiurkan.


Banyak memang peluang, tantangan dan harapan pariwisata Indonesia yang telah menanti di depan. Dan kehadiran para wisudawan magister pariwisata angkatan pertama ini diharapkan dapat merintis jalan salah satunya menuju sustainable tourism yang bersimbiosis dengan ekonomi kreatif. Semoga. (teks: Made Adhi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
1474322
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
259
290
2316
1442730
7058
21160
1474322

Your IP: 54.83.122.227
Server Time: 2017-12-15 14:13:08

Campus Locations

 

Copyright © 2017 www.stptrisakti.net. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.
Back to Top